ANTARA PROJECT, PROGRAM, DAN KESEJAHTERAAN

Banyak pesan-pesan orang-orang tua dulu.

Baik itu dari orang tua kita sendiri, pahlawan, presiden, aktivis, sastrawan, dll  mengandung banyak arti dan makna yang dalam tentang menjalani sebuah kehidupan.

Saya tertarik dengan kata-kata ini

“Bukan Masalah Apa Yang Kita Dapat, Tetapi Apa Yang Bisa Kita Berikan”

 

Sama halnya menjalankan sebuah project

Dalam perjalanan menjalankan sebuah project/program, bukan hanya balapan selesai atau asal jalan, ataupun hanya mengejar output habis itu selesai… hehe

 

Disinilah pertarungan, dari output yang dicapai

Selanjutnya apa lagi yang kita bisa berikan untuk keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat untuk menuju sebuah kebahagiaan

Karena ini lah gold sesungguhnya

Menampakkan jejak, tanpa meninggalkan nama di kelompok

 

“ Jika ada seseorang nanti yang datang di kelompok bekas dampingan kita nanti.

“ Dan dia bertanya, bagaimana pak cara menjalankan bisnis sosial supaya mampu sukses dan berkelanjutan seperti sekarang ini. Apakah ada dulunya yang mendampingi pembentukan ini??

“ Dan kelompok itu menjawab, Bisnis kami berjalan dan berkelanjutan sampai sekarang, karena kami sendiri yang bekerja keras, dan karena kami sendiri para petani dengan keinginan yang kuat ntuk mensejahterakan kami dan petani yang lain serta orang lain.

 

Nah disitulah, sesungguhnya goal darisebuah project

Jalani saja dengan tanggung jawab, tanpa pamrih dan versi terbaik

Mari Berjuang……. 😀

Hayy…. pagi.

Hayyy…..pagi!!

20140717_1729541 - Copy

Brrrrrr…… Udara dingin pelan-pelan menyelinap di balik selimut yang kupakai untuk bermimpi. Hembusan angin sepoi-sepoi yang menusuk tulang yang membuatku terbangun dari mimpi-mimpiku yang tak bisa ku ingat satupun hari ini.

Ohh…inikah Suasana pedesaan yang sebenarnya?? Udara
sejuk nan asri jauh dari polusi yang biasa ku hirup.

Terimakasih Tuhan kau telah menegurku untuk menikmati dan mengartikan ciptaanmu yang sungguh mengagumkan.
Kubersyukur atas alam yang indah yang Engkau berikan untuk kami semua.

Menghhayati, menikmati, dan merasakan…….

Karena semua akan terasa indah untuk dipandang.

Potret Perjalanan ICCO BDS

SEDIKIT TAHU TENTANG BANYAK HAL

Sepertinya itu lebih baik daripada

BANYAK TAHU TENTANG SEDIKIT HAL

Hallo-hallo jendela bercerita…..

Tak terasa udah setahun project ICCO BDS berjalan…

Tak terasa juga belajar membuat sebuah bisnis sosial di bidang komoditi pertanian udah hampir 1 tahun…. hehe

Sebuah perjalanan yang panajang, mulai dari Workshop #1 yang bertemakan Menuju Keberlangsungan Produksi dan Kesejahteraan Masyarakat  yang diselenggarakan di Depok, 4-6 Maret 2014, yang diikuti oleh ICCO dan mitra ICCO BDS. Lebih tepatnya di waktu ini aku belum bergabung di TIM ini hehehe.

Pertama kali dan hal baru bagi saya, menyentuh sebuah project yang didalamnya terdapat sebuah bisnis untuk kesejahteraan masyarakat…..dengan pendekatan M4P dan VCD.

“opo kuwii….. (dlm hati, dengan perasaan bingung)

Tetapi pelan-pelan ku pelajari modul yang tebal tentang materi M4P dan VCD dan berbahasa inggris pula…… hahahaha (tambah bingung).

Dan sampai sekarang aku juga masih bingung dengan M4P itu sendiri secara detail hahahaaha

Mulailah tahap kedua “ASESSMENT“

Disinilah aku mengikuti tahapan-tahapan asessment dengan modal ilmu yang minim, tetapi ilmu minim ini dapat terlengkapi dengan sedikit ilmu yang disampaikan para pelaku-pelaku baik produsen maupun pasar langsung di masing-masing mitra dampingan. woooww….. begini to pasar itu, begini to masalahnya, begeni to caranya….yahh penuh dengan ohh,ohh, dan ohh….waktu di lapang dulu, mencoba jadi pendengar dan pencatat yang rajin lah hehehe

Soalnya masih minim ilmunya hahaha

Kalau kata orang-orang  jawa dulu “ belajar iku sing nyatane, ojo jarene”, melihat aslinya itu lebih mengerti ketimbang baca buku…… hehe, tetapi perlu juga baca buku…untuk pendalaman.

Beberapa tempat dalam 2 bulan kami pijak berpetualang mengabdi dan mencari ilmu dari Solo, Malang, Magelang, dan Salatiga di komoditas berbeda.  Hehe disinilah ilmu terpendam itu ku gali….. yups walaupun sedikit-sedikit penggalian ilmu mulai terbuka…..

Selesai sudah 2 bulan berpetualangan…..

Saatnya hal yang paling membosankan yaitu “Menulis” hahaha

Memang salah satu hal yang dari dulu paling saya hindari….heheehehe

Tapi pelan-pelan dan mau g’ mau….harus dilakukan.

“kalau kata teori : belajar dan melawan kelemahan itu lebih baik”

Yuhhuuuu tepat 5 bulan dari asessment…. ku lalui lika-liku menulis laporan itu dan akhirnya selesai juga untuk tahap 1…..hahaha

Desember ceria 2014….

pelasanaan workshop ICCO #2 yang bertemakan desain bisnis plan untuk menuju keberlangsungan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Pada workshop kali ini mulai ada penyusutan peserta dari apa yang kita asessment sebelumnya. Disini pelatihan-pelatihan mendesain sebuah bisnis plan dan keuangan oleh masing-masing mitra sesuai keseriusan, potensi, dan peluang komoditi masing-masing petani dampingan mitra.

3 hari sudah terlewati……Kembali ke laporan hahahaa

Dan akhirnya terampaui juga laporan workshop,  project update , dan mau berjalan lagi dalam tahap penyusunan Narative Annual Project  dengan dateline akhir bulan Februari 2015 lebih tepatnya minggu depan haha

Bulan-bulan ini kami mulai berdiskusi dan terus berdiskusi untuk kegiatan ICCO selanjutnya.

Dan mulai bulan depan Maret-April, Kami akan kembali turun lapang untuk klarifikasi tentang bisnis plan yang mitra telah buat dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penyusunan bisnis.

Beginilah, potret cerita project ICCO BDS setahun ini….hehehe

Tragedi…17 Januari, Selimut Tetangga Udah Tipis

mudi

Dear Jendela bercerita

Suatu hari dihiruk pikuk sepinya kota hujan.
mungkin sudah gak asing di kalangan penabuluers degan tempat ini, yupss…..betul, TOWER 3 hehe
Markas yang sering sepi ketimbang ramenya ini ahaha…
Eits…jangan salah, Dibalik kesepian ini!! tower 3 adalah tempat yang paling romantis untuk mengerjakan laporan….

oiya tempat ini banyak cerita terpendam lho…..
saah satunya yang baru-baru ini ngehits di kalangan penabuluer terutama, mas david, mas sardi, mas mario, dan saya di tower 3 malam itu….sampai-sampai di facebook mendapat banyak komen dan like hahaa

ini aku ceritakan sepenggal cerita di Pertengahan bulan januari kemarin
Yang kita beri judul “ Tragedi…17 Januari, Selimut Tetangga Udah Tipis”

Suatu hari, tepatnya hari sabtu dan tak ada orang lain ditower 3, yang hanya di aktori oleh mas mudi…..

Mudi : pagi-pagi sekitar jam 09.00. saat merapihkan daun-daun pohon peneduh di depan markas, tiba-tiba bapak gedut sedikit pendek dengan menggendong anaknya yang masih kecil keluar dari pintu gerbang rumahnya…… (kletuk kletuk kletuk, suara langkah kaki dengan muka sinisnya)
Bapak Gendut : Lagi beresin apa mas?? Tanya bapak itu
Mudi : ngrapihin pohon pak, udah panjang-panjang
Bapak Gendut : Dengan muka dinginnya, pak gendut langsung kembali berjalan untuk momong anaknya.

Beberapa saat kemudian……… (sekitar 15 menitan)

Bapak gendut kembali ke arah rumahnya….dan masih berpapasan dengan mas mudi
Bapak gendut : Mas, sampahnya jangan di buang di got dong??? (pertanyaan dengan sinisnya)
Mudi : Iya.. (dengan gaya dinginnya mudi)
Bapak gendut : Hoe mas…. denger gak, bersihin tuh yang di got. Nanti bisa mampet?? (dengan nada marah)
Mudi : Iya pak, biasanya saya sapu kok…nanti saya bersihkan.
Setelah itu bapak gendut, kembali ke rumahnya….

Sudah hampir selesai memangkas, mudi membersihkan sisa-sisa sampah bekas rapihan itu. Dan menyapu daun-daun yang digot. Sampah sudah keadaan terkumpul di pojok got belum sempat di ambil di karenakan mas mudi kebelet buang air kecil. (dan mudi pun bergegas untuk ke kamar mandi)

Tak terduga… bapak gendut itu keluar lagi.
Karena melihat sampah yang ada di got masih belum sempat di ambil… langsung bapak gendut mulai naik darah……..

Bapak gendut : Larilah bapak gendut itu ke arah rumah (tower 3).
Dok…dok…dokkk….dooorrr…… (suara ketukan pintu dengan kerasnya)
Hoe.. jangan sembunyi lo…..
Keluar lo…….
Hoeee….. (teriakan bapak gendut)
Terdengar cukup keras sampai tetangga depan rumah pun keluar….
Karena mudi masih di dalam kamar mandi yang tertutup rapat, sehingga teriakan dan gedoran itu tidak terdengar olehnya…..

Bapak gendut : karena tidak ada tanggapan, bapak gendut langsung membuka pintu dan nyelonong masuk tanpa ijin….. dan sambil teriak-teriak.

Bapak pendiam (depan rumah pas): Karena melihat bapak gendut sudah emosi tingkat tinggi
Datanglah Bapak depan rumah yang pendiam tinggi itu,langsung berlari menuju rumah.

Bapak Gendut : Mendengar ada suara guyuran air, langsung bapak gendut menggedor2 pintu kamar mandi. Sontak musi kaget….. (ada apa nih)

Bapak gendut : Hoee… keluar lo…..
Mudi : mendengar teriakan itu, mudi pun bergegas keluar…..
Iya pak ada apa??? (tanya mas mudi, dengan wajah cemas)

Disinilah puncak adu mulut…. antara mudi dan bapak gendut terjadi.
tetapi untung ada bapak pendiam depan rumah itu yang melerai dan mendinginkan emosi bapak gendut itu. Kemudian bapak gendut keliling ke dalam rumah dan melihat2 kamar membuka semua pintu dan memukul….dan meja pun tak luput dari pukulan tangan itu.

Setelah itu bapak gendut, keluar rumah dan di dampingi oleh bapak pendiam itu….dengan perasaan masih kesal dan emosi…..
Sudah…sudah….. hanya salah paham (kata pak pendiam depan rumah itu, sambil menenangkan bapak gendut)

Setelah kejadian itu…
Mas mudi langsung bergegas lapor ke RT untuk melakukan genjatan senjata Dan Malamnya mas mudi, pergi ke tower 2 untuk mengasingkan diri sementara….dikarenakan kecemasan, yang sewaktu-waktu perang 2 tersebut pecah lagi di malam itu.
hehehe

Dan keesokan harinya dan sampai sekarang…. genjatan senjata masih berjalan.
Sampai waktu yang di tentukan

Sekian….
hehe

LE…LE….. CAH NGGANTENG

Malam disudut kota penuh keramaian, mas pesan kopi hitam, jangan pahit ya, manis aja…. iya mas tunggu sebentar ya mas.

Dengan sabarnya pemuda itu menunggu datangnya secangkir kopi hitam manis pesanannya. dikeluarkannya sepack rokok yang dibawanya dari pagi siang sore itu…. kebul..kebull..kebulll asap rokok yang membumbumg tinggi diatas meja yang diduduki, tak terasa pemuda sudah hampir habis dua batang ku lihat….tak kunjung datang kopi hitam manis pesananya itu (tapi tetap dengan sabarnya pemuda itu menunggu). Ku lihat kembali, lhoo….dinyalakannya rokok ketiganya itu, sudah hampir tiga batang habis dihisapnya….hmmmm
kletuk..kletuk..kletuk… langsung ku tengok, teryata suara kaki mas-mas warkop bergema untuk mengantarkan kopi pesanan ke meja pemuda itu, maaf mas lama ( dengan muka dinginnya si pengantar kopi), iya mas g papa santai aja ( dengan senyum pemuda itu menjawab)…

Sssssrrruuuuuppppttttt….. terdengar suara tegukan pertama, terus kulihat ekspresi wajah pemuda itu, lho…lhoo…kok ndak menunjukkan ekspresi wajah yang sewajarnya orang meminum kopi untuk melepas lelah maupun masalah. Hmmmm.. rasanya pahit, Hahahaaaaa..sambil tertawa, yo wes lah, meskipun pahit yow diombe mengko juga enak kok (Terdengar sayup-sayup di telingaku)…kemudian dibakarnya rokok keempatnya dan seterusnya di barengi dengan tegukan kedua, ketiga dan seterusnya….terlihat habis satu pack rokok yang digenggamnya

sudah larut malam dia berbincang dan menikmati malam di sudut kota. Mas sudah mas…. berapa kopi hitam satu, 3000 mas (tetap dengan dinginnya penjual itu menjawab). Ini mas…sambil menunggu kembalian uang 5000 annya. Pemuda itu kemudian berjalan menuju motor yang ditungganginnya…. jrengggggggg jrenggggg jrenngggg…… kembalilah pemuda untuk melepas lelah hari itu, untuk menikmati secangkir kopi hitam manis pesananya esok hari……

Ketika Alammu Menyapa (Gunung Kelud)



Hallo sodara-sodara sekalian dan teman-teman sekalian, tenem-temen akan merasa nyaman jika melewati ratusan hektar kebun tebu dan kopi milik PDP Margomulyo, di kanan kiri jalan. Hawa yang sejuk di pagi hari, disemarakkan oleh kicau burung yang terbang ke sana ke mari.
Dari Sugihwaras, harus ditempuh sepuluh kilometer lagi sebelum sampai ke kawah Kelud. Walaupun sudah beraspal, namun bagi mereka yang membawa mobil, jangan harap dapat mengemudikannya hingga mendekati kawah. Pasalnya, jalan aspal itu hanya selebar dua meter.

Jika memang akan memasuki jalan menuju kawah, pengemudi juga harus tetap waspada, karena dari arah berlawanan sering muncul penduduk yang membawa tetumbuhan dan kayu, dan biasanya meluncur dengan kecepatan tinggi. Jangankan mobil. Pengendara sepeda motor pun harus merapat ke sisi kiri untuk menghindari tabrakan. Jika tidak, siapa pun harus siap ‘tertampar’ sebongkah tumbuhan atau setumpuk kayu.
Lepas dari papasan dengan penduduk, masih ada rintangan lain. Beberapa sisi jalan menuju kawah banyak yang longsor dan licin, terutama jika setelah turun hujan. Akibatnya, lengah sedikit saja, siapa pun dapat terperosok ke dalam jurang.

“Lolos” dari jalan berliku-liku menuju daerah kawah bukan berarti mudah memasuki kawah. Sebab, jalan aspal sudah habis di sekitar dua kilometer menjelang kawah. Sehingga, satu-satunya cara menuju kawah, adalah dengan berjalan kaki melintasi jalanan berbatu.
Dengan demikian, siapa pun yang mengendarai sepeda motor, harus rela meninggalkan kendaraannya tanpa pengamanan dari siapa pun. Atau, ia harus ikhlas untuk tidak ke kawah, alias menikmati pemandangan tebing dan pemandangan Kota Kediri bagian bawah dari tempat itu. Setelah itu, pulang tanpa menyaksikan kawah.

Berbicara tentang Gunung Kelud yang oleh Pemerintah Kabupaten Kediri akan dijadikan salah satu objek wisata andalan, sama saja membicarakan masalah infrastruktur. Di sana-sini masih banyak yang harus dibenahi.
Soal jalan tentu menjadi yang utama. Kecuali beberapa kilometer jalan di kawasan PDP Margomulyo, jalan lainnya yang menuju kawah Kelud masih harus ditingkatkan mutunya. Baik dari segi lebar jalan maupun kualitasnya. Terutama, aspal jalan di beberapa kilometer menjelang kawah.




Di kanan kiri jalan, juga belum terdapat tanaman pelindung yang meneduhkan wisatawan, utamanya jika matahari sedang bersinar dengan teriknya. “Bagi saya sendiri, soal jalan dan tanaman pelindung memang yang terpenting untuk dibenahi,” kata Sekretaris Desa Sugihwaras, Imam Muhamad Khosian.
Selain itu, ada beberapa kelengkapan penunjang lain yang menurutnya juga harus dipunyai kawasan Kelud, jika akan dijadikan sebagai objek wisata. Salah satunya adalah tersedianya papan penunjuk yang memadai di jalan-jalan menuju Gunung Kelud.

Pengembangan potensi wisata Kabupaten Kediri juga akan digencarkan melalui pendekatan-pendekatan khusus terhadap biro-biro perjalanan. Promosi Wisata Kediri  yang pada saatnya nanti dikemas dalam brosur dan leaflet, akan disebarkan kepada biro-biro perjalanan. Dengan demikian, secara perlahan promosi Gunung Kelud terus berjalan.